Akhirnya gue melabuhkan hati, sejak terakhir putus dan patah hati rasanya kaya hancur sampai kaya sulit sekali untuk disatukan akhirnya gue memilih untuk menetap. Menetap pada dia yang datang dan hadirnya gak pernah gue sangka. Walaupun gue gak tau akhirnya akan seperti apa karena sejujurnya gue terlalu takut untuk berharap.
I love you for myself and you.
Gue cuma menjalani dan berdoa ini adalah akhir dari pencarian. Yah krn cuma itu yg bisa gue lakukan sebagai manusia kan? Tapi apakah menjalin hubungan diumur gue ini rasanya lebih sulit? Atau memang dia yg terlalu sulit untuk?
Gue merasa bukan seperti gue yang biasanya, sulit untuk percaya, mudah untuk pergi lalu kembali, sering sekali salah paham, cemburu! Ya ampun gue hampir tidak pernah cemburu disetiap hubungan yang gue jalin. Lalu pertanyaan gue adalah apakah dia terlalu spesial sampai gue sebegitunya? Atau mungkin gue yang sudah lupa cara menjalin hubungan sampai tidak bisa mengontrol ego dan emosi gue sendiri?
Baru kali ini gue merasa sangat toxic bahkan untuk diri gue sendiri, untuk dia dan jg utk hubungn ini. Gue membebani diri gue sendiri dengan berpikir hal-hal negatif dan sudah pasti gue membebani dia dgn semua ketidakjelasan gue.
Beruntungnya gue segera sadar, gue mencoba menata pikiran, mengontrol ego dan emosi. Gue gak mau membebani diriku sendiri. Gue pingin bahagia. Gue akan balik jadi diri gue yg biasanya
Gue hanya akan mempercayai apapun yg membuat hati dan pikiran gue tenang. Gue udh terlalu banyak 'ngasih makan' ego gue sendiri. Sekarang saatnya gue berdamai with myself
Gue percaya apa yang diciptakan untuk gue akan datang ke gue gimana pun caranya, begitu jg yg bukan diciptakan untuk gue, maka akan mencari jalan juga utk pergi
Whatever comes let it comes, whatever stay let it stay and whatever goes let it go. 🌻
I love you for myself and you.
Komentar
Posting Komentar